let me try to be a good girl when i should to hug my mom. let me try to be jerk when i have to kick that guy. let me try to be an angel when my prince need to. n let me try to be real myself when i thought that i have to trying.
Selasa, 06 Desember 2011
Jumat, 02 Desember 2011
Pangeran Sendok dan Putri Mangkuk (part 3)
Jumat, 25 November 2011
Pangeran Sendok dan Putri Mangkuk (part 2)
Jumat, 18 November 2011
Pangeran Sendok dan Putri Mangkuk (part 1)
prolog : Pangeran Sendok dan Putri Mangkuk
langsung aja kali ya,
namanya sendok, kurus, ramping, tinggi, berwajah mengkilat tapi tak berminyak. (wah, susah ngebayangin jek)<<<< banyak omooooong!!!!! *lempar sendal*.
yayaya, gue belum sempet gambar sori ya sof, ntar deh. ilustrasinya nyusul.
suka nyanyi, untung bukan lagu india. so. pasti keren kalo ada pangeran yang ganteng dan pinter nyanyi, walapun hanya sebuah sendok.
lanjutttt>>>>>
nah, sekarang gue langsung ke lawan mainnya ya. namanya mangkuk, mangkuk batik made in solo tepatnya. badannya banyak tato batiknya, gendut (dibaca : montok) seksi, elegan, baik hati dan cantik pastinya.
yayaya. dimana-mana, kalo ada cowok dan cewek pasti judulnya cinta-cintaan. yupp, sendok dan mangkuk inipun saling mencintai, tapi ya, apa mau dikata kalo takdir mempersulit mereka.
penasaran???
check it out!!!!
i hope u enjoy this.
here i go again
well, here i go again. yeah. make it fast baby.
check it out!!!!!
mari toss untuk softor yang udah kembali dari gua tak ada sinyal!!!!! wuuuhaaaaa!!!!!!
Minggu, 30 Oktober 2011
cool nineteen
a new adventure life
a new wonderful joy
a new love story (i hope)
a new fantastic view of me
terima kasih untuk teman-teman yang sengaja atau tidak sengaja ngucapin HBD ke gue. thanks a lot dah pokoknya.
mari toss untuk milad gue. woohoooooo!!!!!!!!! (/*.*)/ \(*.*\) (/*.*)/
Sabtu, 29 Oktober 2011
toy cam
eh, sekalinya pas buka pintu kamar.
HUWAAAAAA........ *terkejut*
nih barang malah udah ngejogrok di tempat tidur. ampun seneng bangetttt......
selain kamera gue juga beli jelly lens.
Rabu, 12 Oktober 2011
snapshoot onthe street...
Jumat, 22 Juli 2011
apa nih maksudnya??!!!
Minggu, 05 Juni 2011
Sebuah kisah kecil di Balikpapan (nyata)

Tepatnya di taman yang sering kita kunjungi bernama “bekapai”. Tak sengaja saat penulis sedang “bermain” di taman itu tiba-tiba sesosok gadis kecil (ehm, sebenarnya bukan gadis kecil lagi atau panggilan ini terlalu manis untuknya, sebut saja bunga) mandatangi penulis dengan wajah memelas. Dia menjual sebotol parfum yang penulis sendiri tidak yakin isinya benar-benar parfum.
Bunga : “Mbak…. Mau beli parfum nggak?”
Penulis : “Nggak.”
Bunga : “Ini loh, (membuka lengan bajunya dan memperlihatkan bekas luka kepada penulis) bekas luka di bakar sama ibu tiri saya.” (penulis hanya bengong)
Penulis : “Kenapa?”
Bunga : “Karena dulu saya disuruh minta-minta tapi saya nggak mau.”
Penulis : “Sekarang masih tinggal sama ibu tiri kamu?”
Bunga : “Nggak mbak.”
Penulis : “Terus parfumnya dapet dari mana?”
Bunga : “Dari temen saya.” (nggak percaya, paling tuh botol bekas dikasih air)
Penulis : “Oh yaudah, berapa parfumnya?”
Bunga : “Terserah mbak aja.”
Penulis : (memberi uang 5000 rupiah dan mengambil parfum dari tangan gadis kecil tersebut)
Bunga : “Terus mbak, nanti malam kan saya mau jalan sama teman-teman saya. Terus teman saya pasti nanya “dimana parfumnya?” terus saya bilang nggak tau…………. Padahal dia bilang parfum ini jangan di jual, buat kenang-kenangan.” (sesaat penulis bengong, berpikir, mau ikutin skenario dia atau nggak ya? Sedangkan dia masih menunggui penulis berharap mau memberikan parfum itu padanya)
Penulis : “Oh yasudah ini parfumnya kamu bawa aja, nanti di marahi sama temen kamu lagi kalo saya bawa.” (akhirnya penulis menyerah dan membiarkan dia menipu penulis, sebenarnya penulis hanya ingin bersedekah)
Bunga : “Iya, makasih ya mbak.”
Penulis : “Yasudah, cepet sana beli makan ntar kamu lapar loh.” (padahal cuma basa-basi agar dia cepat pergi. Penulis yakin dia nggak akan beli makanan dari uang jual parfum yang sebenarnya cuma trik agar bisa dapat uang. Dan dari pengamatan penulis, gadis ini sudah mendapatkan 4 korban skenarionya, karena dia menghitung 4 lembar uang 5 ribuan di depan mata penulis, tapi ini hanya perkiraan saja )
Gadis kecil itupun berlalu yang penulis yakin dia akan mendatangi orang-orang seperti penulis dan dengan lihai memerankan skenario yang sama. Waw. (tersenyum) betapa pintarnya dia (takjub).
Yang bisa penulis simpulkan dari cerita di atas adalah tidak semua anak jalanan layak untuk menerima kebaikan dari kita. Atau bila ingin menolong “gadis kecil” itu anggap saja kita bersedekah.
Selasa, 31 Mei 2011
karikatur gue
unik banget. seru. gokkil lah pokoknya yang namanya karikatur itu. gambar gue gaya gue. pesan jelas dan mengena. tapi tetep kocak buat bisa ketawa.
sof, nih adalah karikature yang gue bikin buat ngisi mading LDK yang bertema NII. hahaha....

mari toss untuk softor yang interset sama karikatur!!!!!! WHOAH.....
huffftttttt............
kemarin gue sempet komplain di forum google karena saia gak bisa masuk blog saia. sudah 5 kali ganti password tapi hasilnya nihil. gue tetep gak bisa masuk. padahal pingin banget posting cerita gue.
untung sekarang udah bisa. dan kalau postingan ini gak muncul di blog.
my blog is still error.
Minggu, 15 Mei 2011
seneng bisa di kritik
capek banget nih sof baru pulang dari samarinda buat ngejalanin "LDKM".... ampun-ampun deh sof kalu ikut "LDKM" di jamin sensasinya gak ada habisnya.
nyanyi : begitu indah dilupakan,,,, terlalu muak di kenang. hahaha. pas banget.
tapi seru banget kok. gak nyesel pokoknya. nyeselnya paling karena gak bisa jalan-jalan di samarinda. hahahaha.
-kembali ke judul-
ya, kemarin gue udah cerita kan sof soal keminderan gue itu. tapi akhirnya gue memberanikan diri buat ngeposting salah satu cerpen ter-fresh gue. (halah!). yang berjudul udin. (jangan ketawa, baca dulu disini baru boleh ketawa ya sof) tepatnya sebelum "LDKM" gue.
nih hari gue baru buka lagi tuh gue punya akun. gak nyangka banget sof. ternyata mereka cukup antusias dengan cerpen gue. ada beberapa komentar gokkil yang mereka posting. gokkil banget sof.
"pengalaman pribadi ya (asal nebak) (begitulah intinya)" hahahaha........ berarti cerpen gua cukup menjiwai donk sof.
"setelah petik harus pake huruf kapital ya."...... lah emang. ini kan cerpen gue yang masih amburadul. di posting karena emang pingin tau apa yang bakal mereka bilang. hahaha.
"ceritanya menarik"......... alhamdulillah.
"agak gak logis." ....... sip! gue masih punya waktu buat ngedit kan sof.
dsb, ehmmmmmm.... ada yang kurang gak sih sof? oiya. EYD. wah wah wah. mereka gak ngomongin EYD ke cerpen gue. apa belum dapet giliran ya..... wateforlah.
gak mau pilih kasih, gue langsung berterima kasih sudah mengkritik. dan saya bilang.
"terimakasih. saya butuh banyak kritikan."
bukannya saya ingin salah terus dalam menulis. tapi di kritik itu menyenangkan kok sof. daripada kita merenungi sendiri. berkali-kali nanya pertanyaan seperti ini ke diri-sendiri "bagus gak ya cerpen gue?" dan membacanya kembali berulang-ulang. alhasil kita cuma terpatok sama yang udah ditulis tanpa tahu yang mana yang kurang.
kalau ada waktu gue mau posting lagi cerpen gue yang lain. tentunya yang semakin aneh dan unik. butuh aliran baru nih dalam penulisan. gak mau terpatok sama EYD. emang kalau cerpen saya gak pake EYD bakal di tangkap polisi? gak kan. (mengutip dari perbincangan saya dengan Jonru Ginting penulis buku motivasi untuk menulis. namanya sudah sangat besar. tapi dia masih mau meladeni saya yang bukan siapa-siapa dengan pertanyaan saya yang sepele. benar-benar sosok idola sejati saya sof)
hari itu ketika saya sedang bersantai berchatting ria di bis menuju samarinda (untuk LDKM) saya membuka kolom percakapan dengan om jonru (biar akrab ya sof, gak apa-apa kan? haha)
responnya ramah. tidak sombong dan acuh.
gue : om, cerpen itu harus pake EYD ya?
om jonru : emangnya kalau gak pake EYD bakal di tangkap polisi?
gue : gak.
om jonru : bukan EYD masalahnya tapi, bagaimana kalimat dan pesan dari cerpen kita bisa diterima pembaca itu sudah cukup.
______lalu saya curhat soal keminderan saya di forum penulis itu,_______
om jonru : intinya jangan terlalu menanggapi kritikan mereka, karena orang yang suka mengkritik seperti itu (liat di posting sebelumnya) pasti karyanya juga biasa aja. (ya, saat itu saya benar-benar mempercayakan semuanya kepada cerpen saya. saya yakin ide saya itu unik. makanya saya berani memposting, walaupun tulisannya acakadul yang di sengaja.)
______
gue : om, ada gak sih tips buat nulis fiksi sastra tapi gak ngebosenin?
om jonru : emang bosennya dimana?
gue : alurnya ribet, kalimatnya rumit. bertele-tele.
om jonru : berarti dian gak cocok baca sastra. kalau emang gak cocok gak usah dipaksa.
__________
gue : kita gak boleh ya punya pahlawan dalan gaya penulisan?
om jonru : gaya penulisan itu pure ada di hati penulis, berbeda setiap individu, soal gaya penulisan seseorang yang mirip dengan penulis idola itu sebenarnya hanya dipengaruhi dari karyanya saja. (begitulah intinya)
om jonru : kalau sering menulis maka karakter asli kita akan terlihat.
gue : kalau karakter kita selengekan? apa salah?
om jonru : gak ada yang salah di dunia penulisan, hanya ada tulisan bagus dan kurang, itu saja. (begitulah intinya)
ya, om Jonru udah banyak menyadarkan gue dari kegundahan gue. ya, gue emang selengekan dalam menulis, ibarat musik, mungkin tulisan gue itu alirannya rock alternative. dan gue benar-benar anti EYD. biarkan orang berkata apa. yang penting kita dan pembaca dapat menemukan kepuasan tersendiri setelah membaca fiksi gue.
oya sof, ada juga yang mengkritik tulisan saya, katanya tulisan saya terlalu vulgar. pastinya bukan saya saja kan yang menulis secara vulgar? kalau memang tidak ada, maka saya akan menjadi ICON (ngarep). memang kenapa dengan vulgar? bukannya orang suka yang vulgar-vulgar?
"Di sini perlu diberi catatan sedikit; dalam bahasa Inggris dan beberapa bahasa Eropa lainnya, bahasa Latin Rakyat ini disebut dengan nama Vulgar Latin yang juga bisa diartikan sebagai "bahasa Latin vulgar" atau "bahasa Latin kasar". Namun kata vulgar di sini artinya tidak lain adalah "umum" atau "rakyat"."
untuk memastikan bahkan saya sudah searching di wikipedia. tulisan saya vulgar berarti tulisan gue merakyat? berarti gue berhasil buat fiksi yang merakyat? YEY!
sekali lagi, yang penting adalah pesan dapat diterima pembaca dan kepuasan sof. wuke?!
ayo semangat softor semua, mari toss buat gerakan anti EYD!!!!!!!! (yeeaaaaahhhhh)
Kamis, 12 Mei 2011
kalimat untuk softor
saya sendiri sempat mengalami hal tersebut softor, bahkan sampai sekarang. beberapa hari kemarin saya telah menjadi member di salah satu forum penulis. fiturnya mantab sof, apalagi member-membernya, beuh!!! tapi saya malah mati gaya, mati kata dan mati ide sof disana. mereka banyak ngomongin EYD dan teman-temannya. mereka bahkan mengoreksi soal gaya penulisan (salah seorang member). hey!!! bukannya setiap penulis harus punya gaya ya sof?? saya hanya menelan ludah waktu itu dan saya merasa minder untuk memposting tulisan saya di forum itu. (bahkan sampai sekarang)
tapi saya ingat beberapa quote dari buku yang pernah saya baca, seperti ini:
" saat kita menulis, lupakan semua masalah yang mengganjal hati dan pikiran kita, lupakan semua aturan-aturan yang membebani (EYD, dll) lupakan pikiran-pikiran buruk tentang tulisan yang akan kita hasilkan nantinya, (seperti : bagus gak ya cerpen gw?) LUPAKAN!!! menulislah dengan buruk, jangan memaksa diri untuk menulis dengan baik. karena dari tulisan yang buruk itulah softor bisa menghasilkan karya yang bagus." (ya, begitulah intinya..)
ada lagi,
" wajar jika tulisan anda berantakan, karena anda adalah penulis, bukan editor. anda hanya berkewajiban menuangkan ide kedalam tulisan..." (ya, begitulah kira-kira)
lagi,
"tidak ada tulisan yang sempurna..." (ya, begitulah kira-kira...)
ya,,,, quote-quote inilah yang menguatkan saya,,, jadi tulislah apa yang ada dipikiran softor semua, apapun itu, softor lagi bete, cukup tulis bete di kertas softor. lagi gak ada ide, tulis softor gak ada ide. gampang kan. tulislah sof,,, tulis. dari sekarang!!!
saya pernah membaca beberapa buku dari "dewi dee lestari" dan "tere-liye" (maap) saya tidak bermaksud mengatakan bahwa novel mereka jelek, hanya saja saat saya membaca novel tersebut, entah kenapa saya menjadi ngantuk dan bosan. sungguh. kalimatnya rumit dan alurnya ribet. belum lagi kalimatnya yang menurut saya bertele-tele, alhasil saya baru sampai pada bab ke 10 dan ogah untuk melanjutkan membaca. apakah hanya saya yang seperti ini? atau softor juga? kalau iya, maka saya dapat menyimpulkan bahwa, "tulisan bagus itu belum tentu berharga (bisa dinikmati semua lapisan masyarakat, bukan hanya ahli sastra semata sof)"
semuanya terserah softor saja. mau menulis tulisan yang bagus atau yang berharga. keduanya akan lebih baik. mari toss untuk penulis pemula!!!!!! HUP HUP RIA!!!
ps: tunggu kelanjutan cerita saya di forum penulis ya sof!
cukup
maap ya blogy, udah gw jadiin tong sampah. gw nyesel banget. bisa gak gw tebus dengan entry baru gw ini.
sekarang nama pena gw resmi softo (usul dari temen)
seep! sekarang softo mau berlayar dulu ya di dunia maya...










