Selasa, 06 Desember 2011

makasih banget buat orang-orang yang sengaja atau kebetulan mendukung project gue. haha.....


kalo yang ini, putri mangkuk ala sepupu gue, Eka Kurniawa.

mari toss untuk Softor!!!!!!! 




Jumat, 02 Desember 2011

Pangeran Sendok dan Putri Mangkuk (part 3)

     Tapi, ah. Mungkin aku terlalu lama tak melihatnya, makanya aku selalu ingat padanya, guntingan seperti ini semua orang juga bisa buat kan? Bahkan anak kecil juga bisa. Lalu ia menoleh pada segerombolan anak kecil yang berlalau lalang di sekelilingnya dan berlenggang pergi tanpa memikirkan terlalu berat hal tadi.

     --      

     Tok tok tok.

     Di ketuknya pintu berbahan kayu ukir tersebut, ukirannya unik dan cantik, mirip di negeri dongeng. Di ketuknya sekali lagi, tapi tak ada jawaban dari dalam rumah. Kali ini ia mengetuk lebih keras lagi sambil memanggil-manggil istrinya.

    “Iya, ayah. Maaf aku sedang di dapur tadi.” Dibukanya pintu itu lebar-lebar.

     “Oh, kau bawa tamu rupanya, mari masuk.” Suruhnya sopan dan ramah sembari tersenyum.

     “Iya.” Mereka berdua masuk kedalam rumah yang tak terlalu besar itu, sederhana tapi nyaman, sangat pas untuk membina sebuah keluarga kecil yang harmonis.

     “Hai.” Sapa pangeran mangkuk pada istri goldkey. Ia masih lengkap dengan celemek dan sarung tangan masak. Ia cantik untuk ukuran sebuah kunci. Stainly duduk di sofa ruang tamu goldkey, terdapat anak goldkey disana sambil menonton tivi. Kini mereka hanya berdua saja, si pasangan kunci itu sedang berada di dapur.

     “Hei nak, siapa namamu?” Tanya stainly pada anak kunci berwarna biru itu, ia berumur sekitar 4-5 tahunan sedang menonton spongesbob dengan khusyuk.

     “Rubi.” Jawabnya datar dan singkat.

     “Hahaha….. lucu sekali melihat spons bisa bicara.” Candanya konyol.

     “Spons juga akan tertawa kalau tau sendok bisa bicara.” Celetuknya datar. Stainly terdiam di atas sofa, sedang pasangan kunci yang tak sengaja mendengar perbincangan mereka dari dapur tertawa geli mendengar ocehan anaknya itu. Si kunci emas datang membawa nampan sambil masih terkekeh geli.

     “Sekarang kau tau kan? Rubi pintar bicara dari siapa?” goda goldkey. Muka stainly berasa tertangkap basah maling di supermarket, kaku.

     “Ok, kau menang, aku minum ya.” Mengalihkan pembicaraan dan mengambil segelas anggur dingin di atas meja. Cukup beberapa tegukan sebelum gelas itu diletakkannya kembali di atas meja, kini matanya berkeliling menyusuri tembok ruang tamu ini. Simple dan tersusun indah. Hanya terdapat barisan poto dan jam dinding disana. Rupanya si bodoh ini cukup pintar mengurusi keluarganya ya, benak stainly.

     “Hey Rub,,, kapan-kapan main ke tempatku ya.”

     “Ada apa disana?” tantang si biru.

      “Apa yang kau mau, aku bisa belikan.” Bangganya.

     “Benarkah?” kini ia benar-benar tertarik pada stainly, padahal sebelumnya ia hanya menganggapnya seperti angin lalu. Kemudian si birupun ikut duduk di sofa dekat dengan stainly dan meningglkan scene spongesbob favoritenya.

     “Memang rumah om dimana?” Tanya Rubi polos.

     “Om? Hey! Aku kan belum menikah.”

     “Tapi kan kau sudah tua, dan lihat saja, hampir ada sepuluh kerutan mengitari matamu.”

     “Hahahaha…… kau ini benar-benar pintar menghina orang ya.” Lalu ia mengacak kepala Rubi.

     “……”

     “Ehmm, rumah om ada di seberang jembatan sana.” Ia menunjuk arah dimana jembatan bertengger lalu merangkul pundak Rubi.

     “Terdiri dari sepuluh lantai dan terdapat sekitar 157 kamar di dalamnya, 4 taman dan 3 kolam renang.”

     “Waw. Kau orang kaya ya?” kagumnya.

     “Bukan, aku cleaning service disana.” Akunya tak jujur. Seketika raut wajah Rubi yang kagum berubah menjadi malas.

     “Lalu, jika aku mengaku sebagai keluargamu disana, apa mereka mau meminjamiku sepeda tenaga surya?”

     “Owh, jangan khawatir kau tak perlu meminjam Rubi, aku bisa membelikanmu. Gajiku sangat cukup untuk itu.”

     “Gajimu sangat besar, boleh aku bekerja disana juga?” tanyanya polos.

     “Hahahha…… jangan bercanda.” Lalu ia mengacak kepala Rubi lagi, si emas dan istrinya yang baru keluar juga tertawa geli, kini mereka berdua ikut duduk di sofa yang sama, mengobrol santai dan sekedar bercanda riang. Menyenangkan. Tak pernah ada situasi seperti ini di kerajaan. Stainly baru merasakn enaknya memiliki keluarga. Bahkan dengan anak dan istri goldkey yang baru di kenal saja, ia sudah merasa sangat dekat dan menganggapnya keluarga. Intinya. Semua ini menyenangkan!

      --    

     Mobil sport terbaru berwarna putih berhenti di depan gerbang istana mangkuk, dibukannya pintu belakang mobil itu oleh sopir, dan dengan angkuh seorang laki-laki keluar dari dalamnya, badannya lebar dan tipis, berjaring-jaring dan berwarna merah jambu. Dengan angkuh pula memandang sekitar istana, memamerkan tubuhnya yang baru ia semir.

     To be continued…….

Jumat, 25 November 2011

Pangeran Sendok dan Putri Mangkuk (part 2)


     “Goldkey!?” herannya.

     “Sendok?!” petugas laundry itupun terlonjak melihat kawan lamanya duduk di hadapannya. Perlahan ia melangkah mundur, selangkah dua langkah lalu ia berbalik dan berniat kabur dari situ. Tapi tak disangka pangeran sendok lebih gesit, ia pun menangkap lengannya dan menariknya untuk tetap tinggal di ruangan itu.

     “Hahahaha……. Banyak yang membutuhkanmu ya disini.” Olok Pangeran sambil menahan pundak kunci itu.

     “Emmmm…..” kepalanya semkain kaku, kalimatnya menggantung, matanya melebar kemudian melayu, ia pasrah sekarang.

     “Tertawakan saja aku Sen, tertawalah lagi….” Ia meringis. Pangeran Sendok terdiam sesaat. Dan benar saja, ia benar-benar tertawa terbahak-bahak setelah memeluk batang kunci tak berdaya itu.

     “Kau ini, sudah kuliah tinggi-tinggi masih saja bodoh ya.”

     “Aku juga menyesal kuliah, kalau akhirnya hanya menjadi kulir laundry disini.”

     “Bukan itu maksudku bodoh!...”

     “Bodoh! Apapun keadaanmu aku tetap temanmu yang dulu.” Lanjutnya, di lepaskan pelukannya sekarang dan menatap wajahnya yang benar-benar membuat Pangeran geli dibuatnya. Wajah super polos dan tak berdaya padahal sebenarnya binal.

     “Hahahaha……” seonggok kunci itupun kini ikut tertawa juga. Dan merangkul Pangeran dengan eratnya sehingga membuat napas Pangeran terengah sesak dibuatnya.

     “OK OK. Lepaskan aku.” Ia melepaskan pelukannya. Mengamati keadaan pangeran dari atas sampai bawah.

     “Kenapa kau?” “Aku hanya mengamatimu dari ujung rambut sampai ujung kaki, kau telah banyak berubah ya.” Dengan jari mengelus dagu.

     “Hey! Kau lupa ya? Aku kan tidak punya rambut. Hahaha….”

     “Hahahaha…. Benar juga…..”

     “Ok, mari bung kita ngopi sebentar.”

     “Baiklah, aku rasa bosku tidak akan masalah kalau aku bolos kerja untuk seorang Pangeran.” Godanya, Pangeran Sendok paling geli bila kawannya ini menyebut namanya dengan title “Pangeran”, aneh di telinganya.

     --      

     “OOOOOOWAAAA….” Wajahnya meringis.

     “Bagaimana ini nona, sepertinya anda harus berdiet.” Kata wanita tua itu sembari menyeleretingkan baju pengantin.

     “Ah, iya. Aku sudah terlalu gendut ya?”

     “Iya nona.” Kata wanita tua itu polos. Putri Mangkuk sedang mencoba gaun pengantinnya, baru satu bulan di buat tapi saat fitting lagi gaunnya sudah tidak muat. Ah, pasti ini gara-gara menyemil makanan tinggi gula. Harusnya aku makan “soyjoy” saja, pikirnya.

     Ia melepas kembali gaun itu dan meletakkannya pada lemari di ujung kamar seluas 10x10 meter itu. Kini ia terduduk di pinggir ranjangnya, tertegun lesu. Asistennya itupun langsung menghampiri majikannya itu.

     “Putri,,, kau kenapa?” tanyanya khawatir.

     “Tidak apa-apa bibi, aku hanya ingin jalan-jalan. Boleh?” wajahnya memelas berharap Ia diperbolehkan keluar hanya untuk sekedar menikmati udara bebas yang sudah lama tak Ia nikmati setelah menjalin hubungan dengan Pangeran Bakul.

     “Tapi putri,”

     “Aku akan baik-baik saja.” Potongnya sembari nyengir lebar ala mangkuk, dengan riang Ia pergi dari kamar itu meninggalkan Bibi Telur yang sudah retak itu. Ia berlari secara diam-diam melalui pintu belakang. Untuk mengelabui penjaga, ia melilitkan sorban ke seluruh muka dan ukiran batik di tubuhnya yang khas. Maka dengan rela si penjaga akan melepaskannya dari istana.

     Keramaian membuat aliran darahnya lebih lancar, otaknya juga lebih segar karena banyak oksigen yang masuk. Ya disinilah pasar tradisionalnya. Banyak kios yang menyediakan jasa body painting untuk para gadis mangkuk dan kios yang menjual pearsing untuk pelengkap kecantikannya. Tapi, Putri Mangkuk tak mau mampir ke kios seperti itu, selain karena sudah tak ada tempat kosong untuk di painting, Ia bisa kena bakar oleh Ayahnya bila tahu anaknya mampir ke kios di pinggir jalan yang tidak hygienis itu. Lagipula Ia hanya tertarik untuk mampir ke kios topi di sebelah kanannya.

     Masuklah Ia ke dalam kios, pedagangnya ramah, dan murah senyum. Ialah Abang Payung, sudah lama ia mengenal pria ini. Dulu saat kecil ia sering ikut ke istana dengan Bibi Telur. Ya, Ia adalah San, anak bungsu Bibi yang seumuran dengan Mangkuk. Masih mengenakan sorban ia berkeliling ke etalase toko melihat-lihat berbagai macam topi yang menarik hati.

     “Mau yang mana putri?” tanyanya tiba-tiba. Mangkuk terkaget mendengar kata Putri. Ia menoleh kearah suara tersebut. San rupanya.

     “HEM, kau tau aku?”

     “Hahaha, tentu. Kau tak asing bagiku putri.”

     “Aku yakin kau pintar menjaga rahasia.” Tukasnya pada seikat paying di sebelahnya.

     “Bisa dipercaya.” San mengerti perintah itu, yang artinya Ia harus diam.

     “Hem, nona…. Ada yang bisa saya bantu.?” Tawarnya seolah ia baru mengenal Mangkuk.

     “Bagus. Kau tipeku kawan.” Canda putri pada si paying.

     “Em, Bang, tolong lihat yang coklat itu.” Putri menunjuk topi berukuran besar berwarna coklat yang tergantung di rak paling atas. Dengan sigap San menggaitnya dengan tangannya yang panjang dan segera menyerahkannya pada putri. Ia memutar topi itu, halus dan lembut, berbahan dasar katun, romantic dan elegan.

     “Baik aku mau yang ini.” Ia menyodorkan kantung merah pada San.

     “Untukmu saja nona.”

     “Tidak bisa, kau harus terima ini.” Disodorkannya lagi kantung merah itu, tapi San tetap saja tak mau sedikitpun menyentuh kantung itu. Tak mau repot putri pun meninggalkan kantung itu di rak yang paling dekat dengan tangannya. Lalu berlenggang pergi sembari melepas sorban dan mengenakan topi barunya. Topi itu sangat cocok di wajahnya, diameternya sangat pas dengan lingkar kepalanya dan sedikit menutupi bagian wajahnya, dan itu yang Ia mau, wajahnya tertutup sehingga Ia tak dikenali oleh khalayak umum.

     Dengan semangat Ia menyusuri jalanan yang ramai begini sendirian, melewati satu per satu rakyatnya santai. Sampai Ia terhenti tiba-tiba karena melihat tanda itu,, tanda yang sering dibuat teman lamanya. Melobangi bendera yang terpasang di pinggir jalan dengan bentuk segitiga. Ia mendekati bendera itu, bendera kebangsaan negeri mangkuk berwarna biru dengan lambang oval besar dan oval kecil di bawahnya, ya benar. Ini benar-benar mirip dengan tanda yang suka Ia buat dimanapun Ia berada. Stainly.

to be continued >>>>

Jumat, 18 November 2011

Pangeran Sendok dan Putri Mangkuk (part 1)

     Untuk apa ia menjadi pangeran, apa dan siapa yang harus ia pimpin? Apakah sanggup tubuhnya yang kurus ini memimpin suatu kerajaan. Ah, rasanya tidak mungkin, jika ia harus berkelahi dengan sekelompok monster yang ingin mmerusak kerajaannya, mungkin ia bahkan tak kuat mengangkat pedangnya sendiri, menurutnya.  

     “Tuan,…” kata penasehat pada pangeran sendok yang sedari tadi berdiri dibelakang jendela, memandang kosong kearah biru langit. 

      “Ya?” kata pangeran berserak lembut.

     “emmm….” Ia ragu untuk mengucapkan kalimatnya.  

     “Ada apa penasehat?” tanyanya penasaran.

     “Ini.” Ia menyerahkan sebuah amplop berisikan surat. Perlahan ia membuka surat itu. Meski sempat ragu untuk membacanya, tapi setelah pangeran melihat wajah penasehat tempat tusuk gigi yang tulus ia yakin bahwa isi surat ini ……… ia tidak tahu apa…..

     “kepada pangeran sendok steelspoon, kami mengharapkan kedatangan anda di acara pernikahan anak kami yang bernama putri mangkuk batik made in solo dengan pangeran bakul nasi plastik,” ia melirik penasehat lagi.

     “…dengan segenap rasa terima kasih kami haturkan bila Pengeran bersedia menghadiri acara ini. Wassalamu’alaikum.” Lanjutnya.

     Wajahnya berubah setelah membaca surat undangan tadi, kini raut mukanya suram dan tidak mengkilat lagi. Matanya sendu dan jemarinya lemas sehingga mengayunkan surat dan amplopnya ke atas lantai. Ia terduduk di kursi tahtanya sekarang. Kursi berspon merah dengan bingkai keemasan layaknya kursi raja pada umumnya.

     “Pangeran, kau tak apa?” Tanya penasehat khawatir.

     “Tenang saja penasehat, kau tau aku lebih kuat dari badanku kan?” hiburnya tegar dan masih tertunduk.

     “Iya, pangeran. Kau mau aku bawakan sesuatu?”

     “Emmm…..”

     “Aku mau kita berkunjung ke kerajaan Putri Mangkuk sebelum acaranya tiba.” Lanjutnya.

     “Ba-baiklah pangeran.” Agak bingung tapi ia tak bisa menolak perintah pangeran.

     “HEYY!!!!!! CEPAT SIAPKAN PERBEKALAN DAN KENDARAAN UNTUK PANGERAN PERGI KE KERAJAAN MANGKUK!! CEPAT!” perintahnya pada ajudan kerajaan menggema di balik mikropon. Dengan sigap mereka melaksanakan perintah penasehat.

     “Ini mantel dan I-pod anda pangeran.” Sodor penasehat di dalam kereta asbak.

     “Terima kasih penasehat.”

     “HIIAAKKK!!!!!!!” kusir memberi aba-aba dan keretapun melaju dengan cepat ke kerajaan mangkuk.

     “I hope you know, I’ll always try to be good man until my last breath,,,, I can’t pretend the feeling for you, you make me feel like I’m free again…” selagi kereta melaju, pangeran mendendangkan lagu mengikuti irama dari dalam I-pod. Sedangkan penasehat sedang memeriksa jadwal pangeran seminggu ke depan dengan “Tablet”-nya.

     “Maaf pangeran, hamba tidak ingin lancang tapi mungkin kita hanya bisa berkunjung ke kerajaan mangkuk beberapa hari saja. Karena selasa depan kita ada perjamuan makan dengan keluarga dari ibu anda.”

     “Tidak masalah bung, atur semuanya, I belong with you. Ck” pangeran memainkan jemarinya menyerupai tembak dan menunjuk penasehat yang duduk di sampingnya. Ia masih tak melepas I-podnya. Kali ini dengan lagu dari taylor swift-our song.

     Kereta berhenti bersamaan dengan dengan I-pod pangeran dimatikan. Dibukanya pintu kereta mewah itu, diikuti penasehat dari belakang. Kerajaan ini sangat ramai. Berbagai macam rupa dan bentuk mangkuk semua ada disini, mangkuk kayu, mangkuk keramik, mangkuk ukir, mangkuk cinapun ada disini. Mata pangeran berpencar mencari sosok itu, menyapu rupa dari ujung ke ujung, tetap ia tak menemukan mangkuk motif batik favoritnya, Putri mangkuk. Ah, mungkin ia sedang dipingit, pikirnya. Jadi ia melanjutkan perjalanan mencari hotel yang paling dekat dengan kerajaan dan memilih kamar yang paling tinggi agar bisa mengamati suasana di bawah sana juga mengamati putri mangkuk tentunya.

     Kini ia duduk di sofa empuk yang menghadap jendela. Menikmati merah senja dengan secangkir moccacino dan ber-chatting dengan teman kuliahnya dulu yang sekarang keberadaannya tak di ketahui.

     Steelspoon : tidak bung, aku tidak seperti dulu dengannya.

     Goldkey : jangan bohong.

     Steelspoon : tidak bohong, aku akan menghadiri pernikahannya besok lusa.

     Goldkey : baiklah. Aku senang kau tegar.

     Steelspoon : tentu, dimana kau?

     Goldkey : disini, bersama orang yang membutuhkanku.

     Goldkey keluar dari percakapan-

     Tuk tuk tuk.

     “Siapa?”

     “Laundry tuan!.”

     “Masuk!” Pelayan berseragam merah dengan topi khas hotel masuk ke kamar pangeran dengan sopan dan menundukkan kepala mendatangi pangeran.

     “Permisi tuan, apakah ada baju yang ingin kau cuci?” tanyanya di balik punggung pangeran.

     “Emmm,,,, rasanya tidak ada. Kata pangeran tanpa menoleh kearah pelayan Laundry.

     “Lalu tuan, ada yang bisa saya bantu lagi disini?” tanyanya ramah meski terdapat nada kecewa karena tak mendapatkan laundry.

     “Aku hanya ingin kau memijiti punggungku.” Sambil menepuk punggungnya.

     “Maaf pangeran, saya tidak ahli dalam memijit, jadi…” ia ragu.

     “Jadi?” ia membalikkan badannya, menatap wajah petugas laundry. Matanya tercengang. Ia sama sekali tak menyangka menemukan makhluk ini dikamarnya sekarang.

prolog : Pangeran Sendok dan Putri Mangkuk

ya, ini debut tergila gue sepanjang abad ini, tentunya gak gila-gila banget sih di banding yang "ITU" (dibaca: produk gagal)


langsung aja kali ya,

namanya sendok, kurus, ramping, tinggi, berwajah mengkilat tapi tak berminyak. (wah, susah ngebayangin jek)<<<< banyak omooooong!!!!! *lempar sendal*.

yayaya, gue belum sempet gambar sori ya sof, ntar deh. ilustrasinya nyusul.

suka nyanyi, untung bukan lagu india. so. pasti keren kalo ada pangeran yang ganteng dan pinter nyanyi, walapun hanya sebuah sendok.

lanjutttt>>>>>

nah, sekarang gue langsung ke lawan mainnya ya. namanya mangkuk, mangkuk batik made in solo tepatnya. badannya banyak tato batiknya, gendut (dibaca : montok) seksi, elegan, baik hati dan cantik pastinya.

yayaya. dimana-mana, kalo ada cowok dan cewek pasti judulnya cinta-cintaan. yupp, sendok dan mangkuk inipun saling mencintai, tapi ya, apa mau dikata kalo takdir mempersulit mereka.

penasaran???

check it out!!!!
i hope u enjoy this.



ini dia si sendok dan si mangkuk. sori banget kalo gambarnya nggak banget ya. haha. masalah tato batiknya, nyusul kali ya, stuck nih mau gambar batik apaan (padahal emang gak bisa gambar). tugas segunung pula. (bukan waktunya ngeluh)

maklumin aja ya sof.

(di edit pada hari jumat tanggal 2 desember 2011)

here i go again

oh come on. i have to do something to increase my carier. (hahaha..... ssookkk!!!!1)
well, here i go again. yeah. make it fast baby.

check it out!!!!!



mari toss untuk softor yang udah kembali dari gua tak ada sinyal!!!!! wuuuhaaaaa!!!!!!

Minggu, 30 Oktober 2011

cool nineteen

hari ini ulang tahun gue. ke 19. sesuai sama judulnya "cool nineteen" yeah, i'm still a teen (haha) but i hope gue bisa jadi lebih dewasa. dan gue harap di umur yang ke-19 ini, bener-bener bisa jadi "cool nineteen".

a new adventure life
a new wonderful joy
a new love story (i hope)
a new fantastic view of me

terima kasih untuk teman-teman yang sengaja atau tidak sengaja ngucapin HBD ke gue. thanks a lot dah pokoknya.

mari toss untuk milad gue. woohoooooo!!!!!!!!! (/*.*)/  \(*.*\) (/*.*)/

Sabtu, 29 Oktober 2011

toy cam

gue kira nih kamera bakal datang besok atau gak lusa. pas pulang dari kampus gue mikir. "wih kalo kameranya datang hari ini pasti seru deh, besok bisa poto-poto di sekolah alam."

eh, sekalinya pas buka pintu kamar.
HUWAAAAAA........ *terkejut*






nih barang malah udah ngejogrok di tempat tidur. ampun seneng bangetttt......

selain kamera gue juga beli jelly lens.


ini hasil dari jelly lens (softlens)


kalo ini hasil dari jelly lens (starbust)

selain itu, ternyata ponakan gue lumayan juga ya buat model. haha

mari toss untuk softor yang suka toycam. go toycam!!!!!!

Rabu, 12 Oktober 2011

snapshoot onthe street...

telur sendiri emang lebih asik!!!!! hahahaha


ini nih yang dibilang pengamen berkelas. alat seadanya, suara mantab bangeettttt....... 15 jempol buat mereka!

Jumat, 22 Juli 2011

apa nih maksudnya??!!!

admin blog bilang, kalo gue gak posting disini, gak lama blog ini bakal di hapus??!! WTF!! lu kira blog gue sampah apa?! seenaknya ngapus-ngapus!! *emosi*

Minggu, 05 Juni 2011

Sebuah kisah kecil di Balikpapan (nyata)


Tepatnya di taman yang sering kita kunjungi bernama “bekapai”. Tak sengaja saat penulis sedang “bermain” di taman itu tiba-tiba sesosok gadis kecil (ehm, sebenarnya bukan gadis kecil lagi atau panggilan ini terlalu manis untuknya, sebut saja bunga) mandatangi penulis dengan wajah memelas. Dia menjual sebotol parfum yang penulis sendiri tidak yakin isinya benar-benar parfum.

Bunga : “Mbak…. Mau beli parfum nggak?”

Penulis : “Nggak.”

Bunga : “Ini loh, (membuka lengan bajunya dan memperlihatkan bekas luka kepada penulis) bekas luka di bakar sama ibu tiri saya.” (penulis hanya bengong)

Penulis : “Kenapa?”

Bunga : “Karena dulu saya disuruh minta-minta tapi saya nggak mau.”

Penulis : “Sekarang masih tinggal sama ibu tiri kamu?”

Bunga : “Nggak mbak.”

Penulis : “Terus parfumnya dapet dari mana?”

Bunga : “Dari temen saya.” (nggak percaya, paling tuh botol bekas dikasih air)

Penulis : “Oh yaudah, berapa parfumnya?”

Bunga : “Terserah mbak aja.”

Penulis : (memberi uang 5000 rupiah dan mengambil parfum dari tangan gadis kecil tersebut)

Bunga : “Terus mbak, nanti malam kan saya mau jalan sama teman-teman saya. Terus teman saya pasti nanya “dimana parfumnya?” terus saya bilang nggak tau…………. Padahal dia bilang parfum ini jangan di jual, buat kenang-kenangan.” (sesaat penulis bengong, berpikir, mau ikutin skenario dia atau nggak ya? Sedangkan dia masih menunggui penulis berharap mau memberikan parfum itu padanya)

Penulis : “Oh yasudah ini parfumnya kamu bawa aja, nanti di marahi sama temen kamu lagi kalo saya bawa.” (akhirnya penulis menyerah dan membiarkan dia menipu penulis, sebenarnya penulis hanya ingin bersedekah)

Bunga : “Iya, makasih ya mbak.”

Penulis : “Yasudah, cepet sana beli makan ntar kamu lapar loh.” (padahal cuma basa-basi agar dia cepat pergi. Penulis yakin dia nggak akan beli makanan dari uang jual parfum yang sebenarnya cuma trik agar bisa dapat uang. Dan dari pengamatan penulis, gadis ini sudah mendapatkan 4 korban skenarionya, karena dia menghitung 4 lembar uang 5 ribuan di depan mata penulis, tapi ini hanya perkiraan saja )

Gadis kecil itupun berlalu yang penulis yakin dia akan mendatangi orang-orang seperti penulis dan dengan lihai memerankan skenario yang sama. Waw. (tersenyum) betapa pintarnya dia (takjub).

Yang bisa penulis simpulkan dari cerita di atas adalah tidak semua anak jalanan layak untuk menerima kebaikan dari kita. Atau bila ingin menolong “gadis kecil” itu anggap saja kita bersedekah.

Selasa, 31 Mei 2011

karikatur gue

yaps. sekarang gue pingin coba dunia karikatur.

unik banget. seru. gokkil lah pokoknya yang namanya karikatur itu. gambar gue gaya gue. pesan jelas dan mengena. tapi tetep kocak buat bisa ketawa.

sof, nih adalah karikature yang gue bikin buat ngisi mading LDK yang bertema NII. hahaha....

mari toss untuk softor yang interset sama karikatur!!!!!! WHOAH.....

huffftttttt............

acara apa lagi ini ya Tuhan...... kenapa blog saia banyak eror?????

kemarin gue sempet komplain di forum google karena saia gak bisa masuk blog saia. sudah 5 kali ganti password tapi hasilnya nihil. gue tetep gak bisa masuk. padahal pingin banget posting cerita gue.

untung sekarang udah bisa. dan kalau postingan ini gak muncul di blog.

my blog is still error.

Minggu, 15 Mei 2011

seneng bisa di kritik

hallo softor,,,,,

capek banget nih sof baru pulang dari samarinda buat ngejalanin "LDKM".... ampun-ampun deh sof kalu ikut "LDKM" di jamin sensasinya gak ada habisnya.

nyanyi : begitu indah dilupakan,,,, terlalu muak di kenang. hahaha. pas banget.

tapi seru banget kok. gak nyesel pokoknya. nyeselnya paling karena gak bisa jalan-jalan di samarinda. hahahaha.

-kembali ke judul-

ya, kemarin gue udah cerita kan sof soal keminderan gue itu. tapi akhirnya gue memberanikan diri buat ngeposting salah satu cerpen ter-fresh gue. (halah!). yang berjudul udin. (jangan ketawa, baca dulu disini baru boleh ketawa ya sof) tepatnya sebelum "LDKM" gue.

nih hari gue baru buka lagi tuh gue punya akun. gak nyangka banget sof. ternyata mereka cukup antusias dengan cerpen gue. ada beberapa komentar gokkil yang mereka posting. gokkil banget sof.

"pengalaman pribadi ya (asal nebak) (begitulah intinya)" hahahaha........ berarti cerpen gua cukup menjiwai donk sof.

"setelah petik harus pake huruf kapital ya."...... lah emang. ini kan cerpen gue yang masih amburadul. di posting karena emang pingin tau apa yang bakal mereka bilang. hahaha.

"ceritanya menarik"......... alhamdulillah.

"agak gak logis." ....... sip! gue masih punya waktu buat ngedit kan sof.

dsb, ehmmmmmm.... ada yang kurang gak sih sof? oiya. EYD. wah wah wah. mereka gak ngomongin EYD ke cerpen gue. apa belum dapet giliran ya..... wateforlah.

gak mau pilih kasih, gue langsung berterima kasih sudah mengkritik. dan saya bilang.

"terimakasih. saya butuh banyak kritikan."

bukannya saya ingin salah terus dalam menulis. tapi di kritik itu menyenangkan kok sof. daripada kita merenungi sendiri. berkali-kali nanya pertanyaan seperti ini ke diri-sendiri "bagus gak ya cerpen gue?" dan membacanya kembali berulang-ulang. alhasil kita cuma terpatok sama yang udah ditulis tanpa tahu yang mana yang kurang.

kalau ada waktu gue mau posting lagi cerpen gue yang lain. tentunya yang semakin aneh dan unik. butuh aliran baru nih dalam penulisan. gak mau terpatok sama EYD. emang kalau cerpen saya gak pake EYD bakal di tangkap polisi? gak kan. (mengutip dari perbincangan saya dengan Jonru Ginting penulis buku motivasi untuk menulis. namanya sudah sangat besar. tapi dia masih mau meladeni saya yang bukan siapa-siapa dengan pertanyaan saya yang sepele. benar-benar sosok idola sejati saya sof)

hari itu ketika saya sedang bersantai berchatting ria di bis menuju samarinda (untuk LDKM) saya membuka kolom percakapan dengan om jonru (biar akrab ya sof, gak apa-apa kan? haha)
responnya ramah. tidak sombong dan acuh.

gue : om, cerpen itu harus pake EYD ya?
om jonru : emangnya kalau gak pake EYD bakal di tangkap polisi?
gue : gak.
om jonru : bukan EYD masalahnya tapi, bagaimana kalimat dan pesan dari cerpen kita bisa diterima pembaca itu sudah cukup.

______lalu saya curhat soal keminderan saya di forum penulis itu,_______

om jonru : intinya jangan terlalu menanggapi kritikan mereka, karena orang yang suka mengkritik seperti itu (liat di posting sebelumnya) pasti karyanya juga biasa aja. (ya, saat itu saya benar-benar mempercayakan semuanya kepada cerpen saya. saya yakin ide saya itu unik. makanya saya berani memposting, walaupun tulisannya acakadul yang di sengaja.)

______

gue : om, ada gak sih tips buat nulis fiksi sastra tapi gak ngebosenin?
om jonru : emang bosennya dimana?
gue : alurnya ribet, kalimatnya rumit. bertele-tele.
om jonru : berarti dian gak cocok baca sastra. kalau emang gak cocok gak usah dipaksa.

__________

gue : kita gak boleh ya punya pahlawan dalan gaya penulisan?
om jonru : gaya penulisan itu pure ada di hati penulis, berbeda setiap individu, soal gaya penulisan seseorang yang mirip dengan penulis idola itu sebenarnya hanya dipengaruhi dari karyanya saja. (begitulah intinya)

om jonru : kalau sering menulis maka karakter asli kita akan terlihat.
gue : kalau karakter kita selengekan? apa salah?
om jonru : gak ada yang salah di dunia penulisan, hanya ada tulisan bagus dan kurang, itu saja. (begitulah intinya)

ya, om Jonru udah banyak menyadarkan gue dari kegundahan gue. ya, gue emang selengekan dalam menulis, ibarat musik, mungkin tulisan gue itu alirannya rock alternative. dan gue benar-benar anti EYD. biarkan orang berkata apa. yang penting kita dan pembaca dapat menemukan kepuasan tersendiri setelah membaca fiksi gue.

oya sof, ada juga yang mengkritik tulisan saya, katanya tulisan saya terlalu vulgar. pastinya bukan saya saja kan yang menulis secara vulgar? kalau memang tidak ada, maka saya akan menjadi ICON (ngarep). memang kenapa dengan vulgar? bukannya orang suka yang vulgar-vulgar?

"Di sini perlu diberi catatan sedikit; dalam bahasa Inggris dan beberapa bahasa Eropa lainnya, bahasa Latin Rakyat ini disebut dengan nama Vulgar Latin yang juga bisa diartikan sebagai "bahasa Latin vulgar" atau "bahasa Latin kasar". Namun kata vulgar di sini artinya tidak lain adalah "umum" atau "rakyat"."

untuk memastikan bahkan saya sudah searching di wikipedia. tulisan saya vulgar berarti tulisan gue merakyat? berarti gue berhasil buat fiksi yang merakyat? YEY!

sekali lagi, yang penting adalah pesan dapat diterima pembaca dan kepuasan sof. wuke?!

ayo semangat softor semua, mari toss buat gerakan anti EYD!!!!!!!! (yeeaaaaahhhhh)

Kamis, 12 Mei 2011

kalimat untuk softor

softor (sahabat softo) semua, kalo ngomongin dunia penulisan emang gak ada batas bingungnya. banyak ancaman yang harus ditemui para penulis pemula. padahal ide-ide fresh inilah datangnya dari para penulis pemula (menurut saya).

saya sendiri sempat mengalami hal tersebut softor, bahkan sampai sekarang. beberapa hari kemarin saya telah menjadi member di salah satu forum penulis. fiturnya mantab sof, apalagi member-membernya, beuh!!! tapi saya malah mati gaya, mati kata dan mati ide sof disana. mereka banyak ngomongin EYD dan teman-temannya. mereka bahkan mengoreksi soal gaya penulisan (salah seorang member). hey!!! bukannya setiap penulis harus punya gaya ya sof?? saya hanya menelan ludah waktu itu dan saya merasa minder untuk memposting tulisan saya di forum itu. (bahkan sampai sekarang)

tapi saya ingat beberapa quote dari buku yang pernah saya baca, seperti ini:

" saat kita menulis, lupakan semua masalah yang mengganjal hati dan pikiran kita, lupakan semua aturan-aturan yang membebani (EYD, dll) lupakan pikiran-pikiran buruk tentang tulisan yang akan kita hasilkan nantinya, (seperti : bagus gak ya cerpen gw?) LUPAKAN!!! menulislah dengan buruk, jangan memaksa diri untuk menulis dengan baik. karena dari tulisan yang buruk itulah softor bisa menghasilkan karya yang bagus." (ya, begitulah intinya..)

ada lagi,

" wajar jika tulisan anda berantakan, karena anda adalah penulis, bukan editor. anda hanya berkewajiban menuangkan ide kedalam tulisan..." (ya, begitulah kira-kira)

lagi,

"tidak ada tulisan yang sempurna..." (ya, begitulah kira-kira...)

ya,,,, quote-quote inilah yang menguatkan saya,,, jadi tulislah apa yang ada dipikiran softor semua, apapun itu, softor lagi bete, cukup tulis bete di kertas softor. lagi gak ada ide, tulis softor gak ada ide. gampang kan. tulislah sof,,, tulis. dari sekarang!!!

saya pernah membaca beberapa buku dari "dewi dee lestari" dan "tere-liye" (maap) saya tidak bermaksud mengatakan bahwa novel mereka jelek, hanya saja saat saya membaca novel tersebut, entah kenapa saya menjadi ngantuk dan bosan. sungguh. kalimatnya rumit dan alurnya ribet. belum lagi kalimatnya yang menurut saya bertele-tele, alhasil saya baru sampai pada bab ke 10 dan ogah untuk melanjutkan membaca. apakah hanya saya yang seperti ini? atau softor juga? kalau iya, maka saya dapat menyimpulkan bahwa, "tulisan bagus itu belum tentu berharga (bisa dinikmati semua lapisan masyarakat, bukan hanya ahli sastra semata sof)"

semuanya terserah softor saja. mau menulis tulisan yang bagus atau yang berharga. keduanya akan lebih baik. mari toss untuk penulis pemula!!!!!! HUP HUP RIA!!!

ps: tunggu kelanjutan cerita saya di forum penulis ya sof!

cukup

hehe....... sudah cukup gw maki orang disni, ngutuk orang dan sebagainya. sekarang gw pingin buka entri baru yang bener-bener baru........

maap ya blogy, udah gw jadiin tong sampah. gw nyesel banget. bisa gak gw tebus dengan entry baru gw ini.

sekarang nama pena gw resmi softo (usul dari temen)

seep! sekarang softo mau berlayar dulu ya di dunia maya...